Siapa sebenarnya klien itu ?
Sunday, August 23rd, 2009
Penulis : admin

Sore itu disebuah Coffe shop, tampak seorang eksekutif muda sedang duduk sendiri sambil sesekali melihat arloji di tangannya, tampaknya dia sedang menunggu seseorang, dan tak lama kemudia tampak pula seorang pria paruh baya datang dan langsung menyalami pemuda itu, kemudian mereka berbincang bincang cukup serius, diantara percakapan mereka terdengar sebua dialog :
“Kalau begitu kami siap Pak Hasan, semua yang bapak butuhkan akan coba kami  sediakan”
“Semoga saja projek ini bisa berjalan dengan baik, mas Yudi”
“Beres pak, kami akan tangani semua…”

Tampaknya si pemuda tadi adalah seorang pemilik sebuah bisnis, dan bapak yang satunya adalah calon kliennya. Tampak sekali si pemuda menganggap bapak tadi sebagai orang yang sangat terhormat dan layak mendapat perlakuan yang istimewa, apakah karena dia seorang klien?
Atau ada hal lain ? atau sebenarnya siapa sih klien itu ?

Pembeli adalah raja
Sebuah filosofi klasik yang masih nyaring sampai sekarang, pembeli atau klien sering ditempatkan ke posisi paling special, dimana kepuasan klien adalah yang paling penting, “pelayanan” yang sempurna adalah kata kuncinya. Tetapi untuk menebus semua tadi dia yang sebagai pemilik bisnis harus benar benar membayar dengan mahal. FIlosofi  ini biasa dianut mereka yang ”jualan”  barang dan jasa bertipe common/umum.

Klien adalah rekan kerja
Menempatkan posisi klien sebagai rekan kerja sangat jarang dianut bahkan tak banyak orang yang menyetujuinya, sebagai rekan kerja berarti posisi penyedia layanan dan klien berada di posisi sejajar, tak ada yang lebih menentukan, factor kebutuhan dan tujuan yang sama adalah menjadi dasar wacana ini, karena disini keduanya sangat membutuhkan satu sama lain, sehingga hubungan harus saling imbang dan tetap terjaga dengan baik sampai projek close.

Klien adalah musuh
Menganggap klien sebagai musuh adalah hal yang sangat ekstrim, sekilas tampak kontraproduktif, tetapi diartikan disini tidak secara negative tetapi lebih ke bagaimana menempatkan posisi yang tepat untuk klien dan terkadang paling cocok klien dianggap “musuh”. Seperti kita bermain tennis, kita butuh musuh untuk lawan tanding, juga untuk dikalahkan, tanpa musuh kita tidak benar benar sedang bermain tennis. Artinya kita tidak harus merasa kasian kepada klien kalau ada kesempatan mematikan dia, lakukan saja, bertahan akan serangan dia, dan melakukan apa saja untuk menang, seperti itu lah terkadang bisnis dijalankan. Apabila mobil anda pernah mogok, kemudian anda bawa ke bengkel dan anda disuruh ganti ini itu …anda pasti tau maksud saya.

Beda lahan maka beda pula orang akan menempatkan posisi klien mereka, dari ketiga posisi klien tadi kesemuanya tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk, ini semua hanya masalah strategi memenangkan sebuah permainan yang disebut bisnis.
Bagaimana dengan klien anda? Apakah akan anda “layani”, anda ajak “kerja bareng” atau akan anda “taklukkan” ?

Tags:

Red ocean VS Blue ocean Viva Rubhino …!

Artikel Terkait


One Response to “Siapa sebenarnya klien itu ?”

  1. mmhazhrw Says:

    8

    http://002evolves.blogspot.com

Leave a Reply