Berkembang vertical
Manusia bisa bertumbuh dan berkembang, dari arahnya ada dua jenis perkembangan yaitu :
Berkembang Horizontal
Berkembang ke arah samping/dari level 1 ke level 1/pendalaman/specialisasi
Berkembang Vertical
Berkembang ke arah atas/dari level 1 ke level 2 dst/hierarkis
Sama seperti sebuah pohon yang dapat berkembang batangnya menjadi lebih besar, serta bertambah tinggi, demikian juga manusia “kualitas sebagai seorang pribadi” bisa bertumbuh dan berkembang, membesar dan bertambah tinggi, keduanya merupakan hal yang nature, tetapi seringkali kita tidak merencanakan dengan seksama arah dari perkembangan pribadi kita.
Perkembangan horizontal meski membuat kita menjadi lebih “kaya”, tetapi tidak akan membawa kita beranjak dari tempat kita berdiri, di sisi lain perkembangan vertical meski membawa kita ke level yang lebih tinggi, tidak selalu menempatkan kita ke posisi yang lebih baik.
Ini semua soal waktu
Seringkali segala sesuatu diukur oleh manusia dengan parameter waktu, yah waktu memang yang menentukan sesuatu itu menjadi terasa pas atau tidak. Kapan kita harus berkembang horizontal dan kapan kita harus berkembang vertical, itulah maksutnya supaya semua menjadi lebih berarti. Saat ini anda berada di saat harus belajar, maka dari itu sebaiknya anda berkembang ke arah horizontal, perdalam apa yang menjadi konsentrasi anda dan jadilah seorang ahli di bidang anda! Tetapi ketika saatnya tiba mulailah merambat ke arah vertical, jadilah pengelola, tidak hanya staf ahli, jadilah guru tidak hanya murid, meski proses belajar adalah kegiatan seumur hidup tetapi mulailah mengawali perjalanan baru, menjadi pribadi di level yang lebih tinggi.
Seekor anak ayam akan berjalan mencari makanan bersama dengan anak-anak ayam lainnya, demikian juga seorang manusia selalu berkerumun bersama kawanan senasib sepenanggungan mereka. Mereka mulai akan mengenal dengan baik sifat satu sama lain, berbicara dengan logat yang sama, bercanda dengan gurauan khas mereka bahkan memiliki pola pemikiran yang sama, akhirnya nasib mereka kurang lebih sama pula.
Apabila anak ayam ingin terbang tinggi di udara maka dia harus mencari seekor elang dewasa dan bertanya bagaimana dia bisa melakukannya, dia harus meninggalkan kebiasaan mematok sisa-sisa makanan ditanah, bahkan harus menjauhi kawanannya dan pergi mencari kawanan baru, kawanan para elang.
Dengan demikian maka anak ayam itu kelak akan terbang tinggi seperti harapannya, kalaupun tidak maka paling tidak dia tidak harus menghabiskan sisa umurnya mematoki sisa makanan di tanah seperti yang lain.
Sebenarnya tulisan diatas itu bicara tentang perkembangan atau anak ayam seh ? saya ajah gak ngerti soalnya ngomong soal perkembangan itu sendiri saya juga belom paham jeh …..weleh weleh….
Tags: business




June 24th, 2010 at 8:36 am
kif0b3wqm
http://002evolves.blogspot.com